Oleh : Zaki Walad )*
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuatnya untuk terus menghadirkan keadilan bagi Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan dengan kendaraan taktis Brimob pada demonstrasi 28 Agustus 2025.
Kepala Negara tidak hanya menyampaikan duka yang mendalam saja, tetapi juga menunjukkan bagaimana langkah konkret dengan menjanjikan perhatian secara penuh terhadap keluarga korban serta memastikan proses hukum agar dapat berjalan dengan transparan.
Presiden menyatakan kekecewaannya atas tindakan aparat yang justru berujung pada hilangnya nyawa rakyat. Ia telah memerintahkan agar kasus tersebut bisa ditangani secara terbuka, sekaligus juga memastikan agar pihak yang terlibat dapat bertanggung jawab dengan penuh atas perbuatannya.
Komitmen itu memperlihatkan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keadilan rakyat di atas segalanya. Ia juga menegaskan akan memberikan jaminan bagi kehidupan keluarga korban, mulai dari orang tua hingga saudara-saudara Affan. Sikap tegas Presiden tersebut sekaligus juga menjadi pesan moral bahwa negara hadir bukan hanya dengan ucapan belasungkawa, melainkan juga dengan tanggung jawab nyata.
Selain itu, Presiden Prabowo menyerukan masyarakat agar tetap tenang. Ia berjanji mencatat seluruh keluhan publik, sekaligus menyalurkan aspirasi tersebut melalui mekanisme yang tepat.
Ajakan itu bukan hanya ditujukan untuk meredam emosi pasca demonstrasi, tetapi juga sebagai langkah strategis menjaga stabilitas nasional. Dalam situasi penuh gejolak, kedamaian sosial menjadi faktor kunci agar bangsa tetap berdiri kokoh menghadapi dinamika politik.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan komunitas ojek online. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas pengamanan aksi massa.
Sikap rendah hati dari Kapolri itu menandai adanya kesadaran bahwa institusi kepolisian perlu memperbaiki prosedur agar tragedi serupa tidak terulang. Dengan menindaklanjuti kasus secara serius, Polri menunjukkan keselarasan komitmen dengan Presiden dalam menjaga keadilan bagi rakyat sekaligus menjaga rasa aman di tengah masyarakat.
Pernyataan Kapolri menjadi penegasan bahwa aparat negara bertanggung jawab untuk mengawal stabilitas, tetapi tetap menghormati hak-hak masyarakat. Evaluasi yang dijanjikan akan menjadi ujian penting bagi institusi kepolisian dalam meningkatkan profesionalisme sekaligus merawat kepercayaan publik. Transparansi penanganan kasus diharapkan mampu meredam gejolak, karena masyarakat menuntut kejelasan, bukan sekadar janji tanpa kepastian.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut menekankan pentingnya kehati-hatian aparat dalam mengawal demonstrasi. Ia meminta polisi tetap bersabar dalam menghadapi massa dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, pihak Istana terus berkoordinasi dengan lembaga terkait agar penanganan kasus berjalan cepat, tuntas, dan transparan. Seruan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus individu, melainkan juga memperkuat sistem pengamanan aksi agar lebih humanis di masa mendatang.
Permintaan atensi khusus terhadap insiden itu memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menempatkan nyawa rakyat sebagai prioritas utama. Koordinasi antara Istana, Polri, dan lembaga terkait menjadi kunci menghadirkan keadilan sekaligus menjaga harmoni sosial. Dengan demikian, pesan yang disampaikan jelas: peristiwa tragis tersebut tidak boleh diabaikan, namun juga tidak boleh dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa.
Insiden pada 28 Agustus 2025 memang mengguncang publik, khususnya komunitas pengemudi ojek online yang merasa kehilangan salah satu rekan mereka. Namun, di tengah rasa duka dan kemarahan, negara hadir melalui kepemimpinan Presiden Prabowo dengan menegaskan arah kebijakan yang berfokus pada keadilan sekaligus stabilitas. Dua hal itu tidak bisa dipisahkan, karena keadilan bagi korban adalah syarat utama agar stabilitas sosial dapat terjaga.
Tanggung jawab pemerintah dalam menangani kasus ini menjadi fondasi penting bagi perjalanan demokrasi. Demonstrasi adalah bagian dari kebebasan berpendapat, tetapi aparat keamanan harus menegakkan hukum dengan cara yang manusiawi.
Tragedi Affan Kurniawan menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi atau kekuatan politik, melainkan juga soal penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Presiden Prabowo Subianto melalui sikap tegasnya menegaskan arah kebijakan yang tidak hanya menuntut pertanggungjawaban aparat, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian.
Stabilitas nasional bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa. Dalam kondisi penuh tantangan, menjaga kondusivitas berarti memastikan roda kehidupan rakyat terus berjalan tanpa terganggu oleh konflik berlarut.
Komitmen menghadirkan keadilan bagi korban dan menjaga stabilitas nasional yang disampaikan Presiden, Kapolri, serta Mensesneg merupakan gambaran nyata bagaimana negara berusaha hadir di tengah rakyat.
Tantangan ke depan tentu masih ada, namun dengan langkah tegas, transparan, dan penuh tanggung jawab, tragedi tersebut dapat menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik kepada pemerintah.
Duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan semestinya tidak hanya dikenang sebagai luka, tetapi juga sebagai titik balik menuju perbaikan. Keadilan bagi korban harus berjalan seiring dengan usaha menjaga stabilitas nasional. Komitmen Presiden Prabowo menjadi pijakan penting agar bangsa tetap solid, masyarakat tetap tenang, dan masa depan tetap terjaga dalam kedamaian sosial yang berkeadilan. (*)
)* Penulis adalah pengamat kebijakan publik
[edRW]