Global Sedang Panas, Ekonomi Indonesia Tetap Cool di Jalurnya

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan stabilitas meskipun tekanan global kian meningkat akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, dan tingginya suku bunga internasional. Kondisi ini menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang solid dan terkendali, sejalan dengan berbagai kebijakan yang telah ditempuh pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa strategi pemerintah difokuskan pada menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang. Dalam target pertumbuhan ekonomi 7–8 persen tetap realistis dengan dukungan kebijakan fiskal yang disiplin dan peran aktif sektor swasta.

banner 336x280

“Kebijakan pemerintah diarahkan untuk menjaga ekonomi tetap bergerak positif, sekaligus mendorong sektor swasta tumbuh lebih kuat sebagai motor utama pertumbuhan,” ujarnya.

Meski kondisi global tengah “panas”, ekonomi Indonesia tetap “cool” dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5 persen dan inflasi yang terkendali. Defisit APBN yang terjaga di bawah 3 persen dari PDB serta rasio utang yang relatif aman memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal nasional.

“Fundamental kita tetap solid, dengan buffer fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika global,” tegasnya.

Dari sisi penerimaan negara, kinerja positif juga terus berlanjut. Peningkatan penerimaan pajak pada awal 2026 menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat. Dukungan Saldo Anggaran Lebih (SAL) memberi ruang bagi pemerintah untuk meredam gejolak, khususnya pada sektor energi.

“Kondisi fiskal kita aman dan terkendali. Ini yang membuat ekonomi Indonesia tetap ‘cool’ meski tekanan global meningkat,” tambah Menkeu.

Dalam pembangunan infrastruktur, pemerintah tetap selektif dengan memprioritaskan proyek berdampak tinggi. APBN berperan sebagai katalis untuk menarik investasi melalui skema kerja sama dengan sektor swasta.

“Kita dorong pembiayaan kreatif seperti blended finance agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani fiskal secara berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi ekonomi nasional tetap stabil dan terjaga. Berdasarkan simulasi terbaru, aktivitas ekonomi diproyeksikan tetap solid dalam beberapa bulan ke depan.

“Dalam situasi global yang memanas, ekonomi kita tetap berada di jalur yang aman dan terkendali,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi risiko, termasuk menjaga stabilitas harga energi dan kelancaran rantai pasok komoditas strategis. Selain itu, percepatan deregulasi dan transformasi digital terus dilakukan untuk menjaga daya saing ekonomi nasional.

“Kita tidak hanya bertahan, tetapi juga memanfaatkan peluang dari dinamika global ini sebagai pendorong lompatan kemajuan,” pungkas Luhut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *