JAKARTA – Arus investasi asing ke Indonesia kembali menunjukkan perkembangan positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Masuknya investasi strategis senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari perusahaan keuangan Jepang, SBI Holdings, ke Ajaib Group menjadi salah satu sinyal terbaru bahwa pasar Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor global.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman, adil, dan bersahabat bagi investor asing maupun domestik. Menurutnya, investasi asing bukan sekadar aliran modal, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap prospek Indonesia.
“Intinya, itu yang ingin saya sampaikan, kita harus dukung investasi asing. Mari kita memberi manfaat bersama,” kata Prabowo.
Presiden juga menyebut kehadiran investasi asing sebagai bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Pandangan tersebut kembali mendapat relevansi setelah Ajaib Group memperoleh pendanaan jumbo dari SBI Holdings. Presiden Komisaris Ajaib Group Andi Gani Nena Wea menilai investasi tersebut menjadi bukti bahwa minat investor asing terhadap Indonesia masih kuat.
“Di tengah banyaknya pembicaraan mengenai investasi asing yang keluar dari Indonesia, masuknya investasi sebesar Rp4,8 triliun ke Ajaib Group justru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi,” ujar Andi.
Investasi tersebut juga dinilai membuka peluang penguatan sektor teknologi dan sumber daya manusia. Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat bisnis dan talenta dalam negeri.
“Kami percaya kualitas talenta Indonesia setara dan dengan yang terbaik di dunia dan kami berharap kepercayaan sebesar ini membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia,” ujar Anderson.
Optimisme tersebut sejalan dengan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Realisasi investasi nasional pada Semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Investasi asing tercatat Rp507,6 triliun atau 50,2 persen dari total realisasi. Di saat persaingan memperoleh modal global semakin ketat, konsistensi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian berusaha menjadi faktor penting. Kondisi tersebut turut memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.
Pemerintah juga terus mengarahkan investasi pada hilirisasi, teknologi, dan sektor bernilai tambah agar modal yang masuk memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian. Dengan menjaga kepastian berusaha sekaligus memperkuat industri nasional, Indonesia memiliki ruang untuk mempertahankan daya tarik investasi dan mengubah kepercayaan global menjadi pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, serta peningkatan kapasitas nasional. (*)











