Kembali Cetak Sejarah, Indonesia Sukses Modernisasi Pertahanan TNI Lewat KRI Sriwijaya-100

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Indonesia kembali mencatat sejarah dalam modernisasi pertahanan dengan bergabungnya KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama TNI AL. Kapal eks-ITS Giuseppe Garibaldi tersebut memperkuat kemampuan maritim sekaligus disiapkan untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal itu melalui upacara peresmian, shipnaming, dan pengukuhan komandannya di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

banner 336x280

Agus menekankan kebutuhan Indonesia terhadap pertahanan laut yang modern dan tangguh. Luasnya wilayah perairan serta posisi strategis Indonesia menjadi dasar penguatan kemampuan tersebut.

“Kehadiran KRI Sriwijaya-100 dengan kemampuan sebagai pusat komando operasi laut yang andal, sekaligus sarana diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan dapat memperkuat peran TNI secara nasional maupun di tingkat regional dan global,” kata Agus.

Untuk memaksimalkan pemanfaatannya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menetapkan empat pilar penguatan operasional. Arahan itu disampaikan dalam diskusi di geladak kapal pada Selasa (29/9).

“Dalam mendesain penggunaan tempur KRI Sriwijaya-100 terdapat empat pilar yang harus dikuatkan, yaitu modernisasi kapalnya, peningkatan kemampuan personelnya,” kata Ali.

“Pengembangan organisasinya dan penyempurnaan doktrin operasinya, yang salah satunya adalah petunjuk referensi penggunaan tempurnya,” lanjutnya.

Menurut Ali, pembaruan kapal harus diikuti kesiapan awak, organisasi, dan pedoman penggunaan tempur. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi kemampuan militer.

Diskusi melibatkan purnawirawan pimpinan TNI AL, 100 perwira terbaik, serta perwakilan Kementerian Pertahanan dan unsur lintas matra. Masukan mereka dihimpun untuk menyelaraskan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Kesiapan tersebut juga menunjang koordinasi antarunsur dalam operasi gabungan.

Kementerian Pertahanan turut menyiapkan anggaran operasional, pemeliharaan, dan peremajaan teknis kapal. PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Fincantieri Italia dalam proyek retrofit, termasuk mengganti perangkat komunikasi standar NATO dengan sistem nasional.

TNI AL menyatakan kapal berada dalam kondisi baik dan siap ditugaskan sambil menunggu pelaksanaan retrofit.

Selain mendukung operasi pertahanan, kemampuan kapal mengoperasikan helikopter serta membawa kebutuhan logistik membuka peluang pengerahan personel dan penyaluran bantuan ke wilayah sulit dijangkau.

Dengan demikian, penguatan armada ini memperluas jangkauan operasi TNI sekaligus mendukung respons negara terhadap bencana. Modernisasi pertahanan berjalan bersama penyiapan kemampuan melindungi masyarakat dalam situasi darurat.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *